Review singkat PCIe


            APA ITU PCI BESERTA FUNGSINYA
Bagi Anda yang sering bongkar pasang PC Desktop pasti Anda tahu tentang slot PCI pada Motherboard PC. PCI merupakan sebuah slot pada motherboard yang pasti selalu ada dari sejak tahun 1991 yang pertama kali diperkanlkan oleh perusahaan perangkat komputer terbesar yaitu Intel. PCI ini sendiri merupakan singkatan dari Peripheral Component Interconnect. Jika, kita melihat dari singkatan namanya yang merupakan peripheral itu berarti adalah sebuah perangkat tambahan. Jadi, slot PCI ini memang diciptakan sebagai slot untuk perangkat tambahan pada motherboard komputer.
Teknologi PCI yang ditemukan oleh Intel tersebut pertama kali kemudian diambil oleh ole PCI Special Interest Group (PCI-SIG) dua tahun selanjutnya tepatnya tahun 1993. PCI ini kemudian direvisi dan bertahan cukup lama yaitu lebih dari satu decade. Jumlah bandwith pada PCI tersebut hanya 133 MB/s, sehingga kinerja dari beberapa perangkat lainnya juga dapat berkurang. Kemudian pada tahun 1997 muncul lagi slot AGP yang merupakan pengembangan dari PCI ini. AGP (Accelerator Graphic Peripheral) ini dipasang berdampingan slot PCI yang memiliki bandwith khusus dan juga menangani hal khusus seperti graphic.
Dari sinilah awalnya kita mengenal yang namanya VGA Card. Yang hingga kini VGA Card pun berkembang yang sudah menggunakan slot PCI-X atau PCI-Express yang merupakan hasil pengembangan lebih lanjut dari PCI dan APG.

PCI Express ini memiliki banyak keunggulan, yang tidak hanya digunakan untuk menampilkan visual saja, melainkan bisa juga digunakan sebagai input/output peripheral tambahan lainnya seperti soundcard dan lainnya. PCI Express ini memiliki beberapa generasi yang dikenal dengan PCI Express x1, x2, dan x16. Perbedaan dari generasi tersebut dapat membedakan tingkat pengiriman transfer 250MBps setiap jalur. Untuk slot PCI Express x16 merupakan slot VGA Card yang menggantikan AGP. Sedangkan untul slot x1 dan x2 biasanya digunakan untuk perangkat lainnya seperti sound card.

Penggunaan pertama kali PCI-E x16 untuk VGA Card pada motherboard yag mendukung prosessor LGA 775 atau dan sejenisnya., dan hingga sekarang slot ini masih bisa kita temukan pada motherboard – motherboard terbaru sekarang ini. Sedangkan untuk slot AGP sendiri terakhir digunakan pada motherboard yang support processor LGA 478 dan Pentium 3. Dan sekarang slot tersebut sepertinya sudah tidak lagi dipergunakan sama sekali. Pasalnya, VGA onboard dari motherboard sekarang ini jauh lebih baik jika menggunakan VGA Card AGP. Slot AGP ini biasanya ditandai dengan warna coklat pada motherboard Anda. Sedangkan PCI memiliki banyak warna, seperti putih, biru, hijau, kuning, dan hitam.

Kesimpulannya adalah Slot PCI pada motherboard memang memiliki banyak fungsi, namun tetap terbagi berdasarkan jumlah jalur data yang digunakannya. Dan untuk jaman sekarang ini, karena perkembangan teknologi dalam dunia visual khususnya pada VGA Card kebanyakan fungsi dari PCI ini hanya digunakan untuk VGA Card untuk PCI-e x16. Sedangkan untuk PCI-e x1 dan x2 biasanya hanya untuk Soundcard, Ethernet card dan lainnya.


            SEJARAH PCI MENJADI PCI EXPRESS
PCI yang disingkat menjadi Peripheral Component Interconnect merupakan bus yang di rancang sedemikian rupa untuk menangani beberapa perangkat keras/hardware. Sebelum teknologi PCI digunakan, ada namanya bus ISA/EISA yang digunakan dalam komputer IBM PC. Dan setelahnya baru Intel memperkenalkan teknologi PCI pada tahun 1991 yang kemudian pengembangannya diambil alih oleh PCI Special Interest Group (PCI-SIG) dan direvisi pada tahun 1993. Sejak kemunculannya hingga sekarang, bus PCI masih tetap digunakan. Pada awalnya, bandwith yang tersedia hanya sekitar 133 MB/ps dibagi antara slot yang artinya perangkat masih tetap bisa menangani tingginya penggunaan sumber daya meskipun cepat jenuh. Pada tahun 1997 solusi muncul dengan dilakukannya penerapan slot AGP (Accelerated Graphics Port) secara terpisah dan sudah disediakan bandwith khusus. Langkah lain juga diambil ditingkat chip bersamaan dengan komponen yang terintegrasi, yang membantu kelangsungan hidup PCI.  Berikut merupakan perkembangan PCI dari awal hingga sekarang :
           
1.    PCI versi 1.0
Di umumkan bulan Juni tahun 1992 merupakan spesifikasi asli PCI, yang memiliki lebar bus 32-bit atau 64 bit

2.    PCI versi 2.0
April 1993 pada spesifikasi ini mendefinisikan jenis konektor dan papan ekspansi.

3.    PCI versi 2.1
Juni 1995 . Pada tahun ini, diberlakukan operasi 66 MHz, terjadi perubahan pada latency, dan penambahan fungsi transaction ordering.

4.    PCI versi 2.2
Januari 1999 , Fitur manajemen daya diterapkan dan penambahan klarifikasi mekanika.

5.    PCI-X versi 1.0
September 1999 , memiliki Spesifikasi PCI-X 133 MHz. Merupakan tambahan untuk versi PCI 2.2.

6.    Mini-PCI
November 1999,, terdapat spesifikasi PCI 2.2 untuk beberapa motherboard dengan form factor yang kecil (Micro-ATX).

7.    PCI versi 2.3
Maret 2002, mulai ada pensinyalan 3.3 Volt dan penggunaan kartu yang memiliki sifat low-profile.

8.    PCI-X versi 2.0
Juli 2002, memiliki modus kerja 266 MHz dan 533 MHz.  Fitur-fiturnya adalah dukungan terhadap pembagian bus 64-bit menjadi segmen-segmen berukuran 16-bit atau 32 bit. Dan pensinyalan 3.3 Volt atau 1.5 Volt.


           




    Selanjutnya PCI Express (Peripheral Component Interconnect Express) atau disingkat PCIe merupakan pengembangan untuk memenuhi kebutuhan kedepannya menggantika PCI , PCI-X, dan standar AGP bus. Banyak sekali pembaharuan atas perbaikan untuk PCIe dengan  standar bus terdahulu. Diantaranya sistem throughput yang lebih tinggi, penurunan I/O pin count dan  jejak fisik lebih kecil, kinerja scaling menjadi lebih baik untuk perangkat bus, pendeteksian kesalahan yang lebih details dan pelaporan mekanisme, dan hot-plug fungsi. Terdapat juga revisi dari dukungan standar PCIe virtualisasi hardware I/O.

    Perbedaan yang sangat mencolok dari PCIe bus dan PCI (yang terdahulu) adalah topologi bus. Arsitektur yang digunakan oleh PCI adalah arsitektur bus paralel bersama, yang mana semua perangkat PCI akan berbagi seperangkat baris alamat, data, dan kontrol. Sebaliknya, arsitektur yang digunakan oleh PCIe didasari pada point-to-point topologi, dengan link serial yang terpisah dan menghubungkan tiap-tiap perangkat ke host.

Berikut sejarah pengembangan dari PCIe diantaranya :

1.    PCIe 1.0a
Pada tahun 2003, PCI-SIG mengenalkan PCIe 1.0a, dengan tingkatan-per lajur datanya hingga 250 MB/s dan tingkat transfernya mencapai 2,5 GT/s.

2.    PCIe 1.1
Di tahun 2005 PCI-SIG mengumumkan adanya PCIe 1.1 dengan spesifikasi yang diberbarui  dan beberapa perbaikan. Walaupun  merupakan pengembangan setelah PCIe 1.0a namun, PCIe 1.1 sepenuhnya kompatibel dengan PCIe 1.0a. Tapi perubahan yang dilakukan pada versi ini tidak terlalu signifikan karena, data rate yang dimiliki sama dengan PCIe 1.0a.

3.    PCIe 2.0
Pada tanggal 15 januari 2007, PCI-SIG mengumumkan ketersediaan PCIe base 2.0.  PCIe 2.0 memiliki transfre rate ganda dibandingkan dengan PCIe 1 sekitar 0-5 GT/s dan throughput per-jalurnya naik dari 250 MB/s sampai 500 MB/s.  Perbaikan yang dilakukan pada PCIe 2.0 adalah fitur protokol point-to-point transfer data dan arsitektur perangkat lunaknya. PCIe 2.0 sepenuhnya kompatibel dengan versi PCIe 1.x.

4.    PCIe 2.1
Mendukung sebagian besar sistem pemecahan masalah (problem resolver) yang rencananya akan diimplementasikan penuh pada PCIe 3.0. Namun, dari segi kecepatan, sama dengan PCIe 2.0.

5.    PCIe 3.0
Versi PCIe 3.0 tersedia pada bulan November 2010 akibat beberapa penundaan yang terjadi. Pada tahun sebelumnya, bulan Agustus 2007, PCI-SIG mengumumkan bahwa PCIe 3.0 akan memiliki bit rate dari 8 GT/s dan akan kompatibel dengan implementasi PCIe versi sebelumnya. Pada pengumuman waktu itu ditegaskan juga bahwa versi final dari PCIe 3.0 akan ditunda hingga tahun 2011. Ada beberapa fitur baru yang ditanamkan pada PCIe 3.0 ini diantaranya, mencakup peningkata optimasi sinyal dan integritas data, perbaikan PPL, dan masih banyak lagi. 

6.    PCIe 4.0
Pada tanggal 29 November 2011, PCI-SIG mengumumkan PCIe 4.0 yang memiliki tingkat transfer hingga 16 GT/s, teknologi yang digunakan masih berupa teknologi tembaga. Selain itu, pengoptimasian daya akti dan idle masih dikembangkan. Spesifikasi dari PCIe 4.0 diharapkan akan dirilis pada tahun 2014/2015.



    Sampai sekarang PCI Express telah menggantikan fungsi AGP sebagai antarmuka untuk kartu grafis pada sistem model baru. Hampir semua model dari kartu grafis yang telah dirilis sejak 2010 oleh AMD dan NVIDIA memanfaatkan pengunaan PCI Express. NVIDIA menggunakan bandwith transfer data yang cukup tinggi untuk Scalable Link Interfacenya (SLI). Ini merupakan teknologi yang memungkinkan beberapa kartu grafis dari chipset yang sama dengan nomer model yang untuk berjalan bersama-sama, dan hasilnya akan memungkinkan peningkatan kinerjanya.

Sumber refrensi :

https://www.facebook.com/TkjSmkSriwijaya/posts/156797734498357
http://blogs.unpas.ac.id/trianiwatirisa/2012/12/03/tugas-orkom-perkembangan-pci/
http://en.wikipedia.org/wiki/PCI_Express
https://www.alltutorials.info/2015/03/apa-itu-pci.html
Sumber Gambar :

http://accesio.com/images/PCI_and_PCIe.png




Comments